pindah rumah

waduh…setelah ditinggal bertahun-tahun…ternyata masih banyak yang comment…ada yang pro dan ada yang kontra…btw thanks for all atas waktunya untuk membaca tulisan seorang yang sedang belajar bercerita dan berpendapat

saya cuma mau memberitahukan bahwa saya pindah rumah ke pdparamitha.wordpress.com

jangan lupa mampir ya…dan mulailah berdebat disana… :)

buat Anda yang selalu merasa benar

Pernahkan kita merasa gagal? Jawabannya iya!!! Entah itu gagal masuk sekolah favorit, gagal dapat beasiswa, gagal diterima kerja atau gagal diterima jadi pacar.

Coba tunjuk jari kalian yang tidak pernah gagal…

Dan adakah yang menganggap kegagalan itu adalah kesalahan kalian sendiri? Jawabannya bukan tidak ada, tapi sedikit…mungkin 1:1000 atau bahkan lebih kecil lagi, karena manusia pada dasarnya egois dan selalu punya alasan atau pembenaran atas kegagalannya.

Contohnya saja saat kalian ditolak oleh gebetan kalian, ini bukan selalu pria, wanita pun punya kasus yang sama, sekali lagi saya mencoba untuk tidak membawa masalah gender dalam kasus kali ini. Dan jika yang ditolak itu adalah teman kalian, coba tanyakan kenapa teman kalian ditolak. Apa jawabannya? Kebanyakan jawaban mereka pasti cenderung menyalahkan yang menolak. Sedikit sekali yang berani mengakui, bahwa ada yang lebih baik dari dirinya atau ada sesuatu yang tidak baik dalam dirinya. Itulah manusia, yang tidak pernah mau disalahkan, tidak mau mengakui kekalahan, selalu ingin menang, dan selalu merasa benar. Alangkah baiknya jika di dunia ini banyak manusia yang selalu menginteropeksi diri. Tidak hanya menyalahkan orang lain saja. Jadi…mulai sekarang siapkan diri kalian dengan hal-hal baik dan buruk sebelum melakukan sesuatu. Siapkan diri kalian untuk kalah, siapkan diri kalian untuk ditolak dan siapkan diri kalian untuk gagal. Ini bukan sebuah kepesimisan tapi hanyalah sebuah cermin yang kita gunakan untuk melihat bagaimana diri kita sebelum kita dilihat orang lain.

different or…

Ada orang yang bertanya apakah perbedaan wanita dengan pria?

Ada yang menjawab alat kelaminnya. Ada apa dengan alat kelamin? Keduanya sama koq, keduanya punya fungsi dan peran yang sama.

Ada yang menjawab hormonal. Memangnya kenapa? Bagaimana jika ada wanita yang disuntikkan hormon pria lebih banyak? Apakah lantas jenis kelamin wanita tersebut berubah menjadi pria?

Ada yang menjawab wanita punya payudara. Apakah pria tidak punya? Manusia tidak akan hidup jika tidak punya payudara.

Ada yang menjawab pria punya jakun. Hmm…jangan salah wanita juga punya, bedanya jakun wanita tidak menonjol.

Ada yang menjawab wanita punya rahim dan pria tidak punya.

(* hening sejenak *)

Ooo…jadi bila ada wanita yang terkena tumor rahim, dan mengakibatkan rahimnya harus diangkat lantas wanita itu jadi berkelamin pria?

Apakah jenis kelamin wanita dan pria adalah sebuah pilihan? Hmmm…permasalahan yang bagus untuk diperdebatkan :D

“gender”

Adakah diantara kalian yang tau apa yang tidak dapat dilakukan oleh wanita tapi hanya dapat dilakukan oleh pria saja?

Sejak tanggal 21 April entah tahun berapa tepatnya (maklum sejarah ga’ lulus), banyak yang mengangkat tentang emansipasi wanita. Padahal hingga saat ini, hingga detik ini pun masih ada saja yang selalu menganggap rendah wanita dibandingkan dengan pria. Mungkin anggapan tersebut tidak langsung nampak, tapi hanya sekadar tersirat. Ini hanya contoh kecil dari anggapan semacam itu. Mungkin hanya jobseeker saja yang bisa menyadarinya, ketika mereka membaca sebuah lowongan dan disana tertera syarat :

Dibutuhkan pria bla bla bla…Ada apa dengan wanita? Apakah wanita tidak bisa? Saya yakin ketika seorang pimpinan sedang dihadapkan dengan dua pilihan, ada pelamar pria dan wanita memiliki kualifikasi yang sama persis, sudah bisa ditebak mana yang akan diterima? Ya…benar pastilah si pria yang dipilihnya. Meskipun 1000 kali permasalahan gender ini diangkat, 1000 kali pula permasalahan ini tidak akan pernah selesai.

pilihan…

Manusia hakikatnya terdiri dari tiga elemen, jasad, akal dan hati. Jasad adalah tubuh yang kita miliki saat ini, akal adalah cara kita berpikir, sebagai anugrah yang tidak dimiliki makhluk hidup lain selain manusia. Dan hati adalah dimana iman dan nafsu kita berada. Sama halnya dengan rantai makanan dari suatu kehidupan seperti sari-sari makanan dalam tanah yang dimakan oleh cacing, kemudia cacing dimakan oleh ayam, ayam dimakan elang, kemudia elang ditakdirkan untuk mati, lalu menjadi bangkai, dan bangkai akan terurai menjadi sari-sari makanan dalam tanah. Sari-sari makanan tadi dimakan oleh cacing entah itu cacing yang sama dengan sebelumnya atau tidak, dan seterusnya sampai pada akhirnya di dunia ini kehilangan salah satu dari mereka. Begitu juga ketiga elemen dari manusia, bedanya dengan rantai makanan, jasad tidak makan hati dan hati tidak dimakan oleh akal, tetapi hati yang mempengaruhi apa yang akan kita kerjakan, akal akan mencerna apa yang dibisikkan oleh hati, lalu akal menyampaikan kepada jasad apa yang telah disampaikan sebelumnya oleh hati. Jadi apakah segala sesuatu itu dimulai dari hati? Yup…benar, di hati lah niat itu tumbuh.

Perbuatan yang telah kita lakukan semuanya berasal dari hati, dimana iman dan nafsu kita berada. Tinggal mana yang akan memimpinnya, apakah iman kita ataukah nafsu kita? Kadang sifat manusia yang selalu berapologi atas apa yang telah mereka lalukan lah yang membuat telinga hati kita tertutup untuk mendengar bisikan si iman. Semisal ketika kita dihadapkan pada kondisi kita sedang ujian, kita tidak bisa mengerjakan, kita bimbang akankah kita mencontek atau kah kita pasrah dengan ketidakmampuan kita mengerjakannya. Setelah perdebatan antara si iman dan si nafsu berakhir, akhirnya jasad memutuskan untuk tetap mencontek. Hati kecil kita yakin apa yang telah kita lakukan adalah salah, tetapi apologi atas kesalahan itulah yang akan membenarkan apa yang seharusnya tidak benar.

Ini kan salah satu usaha…”

Ah…yang laen juga pada nyontek”

Sekali-kali ga’papa koq nyontek”

dan seterusnya hingga 1001 alasan akan diperoleh. Begitulah manusia, termasuk mereka, kalian dan tentu saja saya sendiri.

Pernah kah kita mendengar, ada teman kita, atau teman dari teman kita atau saudara kita atau bahkan kita sendiri berkata ”aku ini ga’ punya skill apa-apa”. Aku sendiri baru menyadari sebenarnya ga’ ada manusia yang tidak mempunyai kemampuan. Kemampuan itu asalnya dari akal. Dan akal itu diberikan oleh Sang Maha Pencipta pada setiap diri manusia. Jika kita berpikir kita tidak punya kemampuan, itu artinya kita tidak mempunyai akal, dan itu berarti kita meremehkan apa yang telah diberikan olehNya. Jika kita meremehkanNya sama halnya dengan kita tidak beriman kepadaNya. Nya disini sangat berarti luas, entah itu Nya milik ku ataupun Nya milik mu. Semua sama.. Jangan kalian menyangkalnya, karena ini hanyalah sebuah aturan untuk mengambil suatu simpulan. Seperti halnya jika semua X adalah Z dan Y adalah X, maka Y adalah Z. Jadi tidak ada alasan atau apologi yang dapat diterima oleh seorang pelacur, pencuri dan profesi apapun yang negatif di mata kita, yang mengatakan bahwa mereka berprofesi seperti itu karena tidak ada pilihan lain, karena masalah ekonomi, karena tidak punya keahlian. Itu hanya karena kalian tidak pernah mau berpikir kawan, kalian tidak pernah menggunakan apa yang telah Dia berikan pada kalian. Karena sebenarnya hidup ini adalah sebuah pilihan…


about

Mudah diucapkan dan mudah sekali untuk dihafal, Tata, begitu biasanya aku dipanggil. Kalo ada yang manggil Tata Dado, wajarlah…aku emang se-ngetop dia, kalo ada yang manggil Tata Tommy, yah…ga jauh beda kan? Kalo ada yang manggil Tata Young, berarti yang manggil matanya rabun. Setahun lagi namaku yang udah ngambil nama orang sekampung, bakal nambah jadi S, Kom (amin…)
Yah…beginilah aku, tampak luar dan tampak dalam memang berbeda, eits…bukan serigala berbulu domba lho!!! (tapi makin lama koq makin bener ya )

calendar

September 2010
M T W T F S S
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

the latest "how?"

RSS